Rabu, 26 Maret 2014

Cara Men-Setting Komp[uter

1. System Properties
Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon My Computer dan pilih Properties. Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break.
Ikuti langkah-langkah sebagai berikut :
Klik kanan pada icon MyComputer dan pilih Properties
Klik menu System Restore , pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives.
Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
Kemudian klikAdvanced.
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.
Klik Setting pertama, dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance.
Lanjutkan dengan mengklik Apply.
Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik.
Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
Selanjutnya klik Advanced , dan klik Change untuk merubah Virtual Memory. (Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
Pada sub menu Custome Size, terdapat kolom Initial Size. Isikan kolom dengan angka
minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang.
Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2 x kolom pertama. Jangan lupa klik Set . Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
* Sekarang, klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3 . Kemudian buang tanda Ceklis (v) pada Automatically Restart .
* Klik OK setelah selesai.
* Tutup System Properties dengan mengklik OK
Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan.
Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.
Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat. Caranya :
Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties.
Klik menu Themes , kemudian pada kolom Themes di bawahnya, klik tanda panah (Pop up) dan pilih Windows XP. Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP, maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP. Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
Klik Apply dan lihat hasilnya.
Selanjutnya klik menu Desktop, perhatikan di bagian bawah. Di sana terdapat sub menu Customize Desktop, klik menu tersebut.
Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis (v) pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days. Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties
2. System Configuration
Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration .
Perhatikan langkah berikut :
Klik Start pilih Run dan ketik msconfig kemudian Ok atau langsung tekan Enter.
Di deretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup . Klik menu tersebut.
Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis (v). Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses
loading. Buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart.
Lalu nyalakan sambil menunggu komputer anda restart. Hehehe …!
Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop, anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa Inggris. Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage kemudian klik OK. Maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart.
3. Registry
Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry.
Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita setting :
1. HKEY_CLASSES_ROOT
2. HKEY_CURRENT_USER
3. HKEY_LOCAL_MACHINE
4. HKEY_USERS
5. HKEY_CURRENT_CONFIG
Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b. Ikuti langkah berikut :
Klik Start pilih Run dan ketik regedit, klik OK atau langsung tekan Enter.
Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER
Klik tanda plus (+) pada Control Panel
Klik tanda plus (+) pada Desktop (Lihat jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. Cari dan temukan MenuShowDelay. Jika sudah ketemu, klik dua kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK).
Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri.
Di bawah directory Desktop terdapat sub directory Windows Metrics. Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
Cari dan temukan MinAnimate, klik dua kali pada value tersebut dan rubah nilainya
menjadi 1, klik OK.
Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang (X) di bagian atas kanan jendela. Restart Komputer anda dan lihat hasilnya.

Selasa, 04 Februari 2014

Domain Name System


Pengertian DNS Atau Domain Name SystemDNS Atau Domain Name System adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputerdi jaringan yang mengunakan TCP/IP.DNS Atau Domain Name System biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Untuk lebih jelas mengenai Pengertian DNS Atau Domain Name System mari kita lihat atau bahas lebih lanjut.Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti :
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
    sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Pengertian DNS Atau Domain Name System
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi.
Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.